Showing posts with label berita pekalongan. Show all posts
Showing posts with label berita pekalongan. Show all posts

Tuesday, December 4, 2012

Puluhan Warga Pekalongan Gatal Gatal Terkena Rob

Batik TV - Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir ini yang disertai rob mengakibatkan puluhan warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai terserang penyakit gatal-gatal.




Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara Zaenal di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa sekitar 90 warga terkena penyakit gatal dan saat ini hanya diobati dengan obat salep yang dibeli dari warung terdekat.

"Warga enggan berobat ke puskesmas karena mereka harus antre dan alasan pelayanan dari tim medis yang alakadarnya," katanya.

Ia mengatakan, penyakit gatal-gatal tersebut, sebagian besar menimpa anak-anak dan orang tua berusia lanjut.

Kepala Kelurahan Bandengan Sunardi mengatakan bahwa selain penyakit gata, warga juga mulai terserang diare dan demam berdarah dengue (DBD).

"Oleh karena itu, kami berharap pada pemkot membuka posko kesehatan sebagai upaya membantu warga, yang terkena penyakit diare dan gatal," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Dwi Hery Wibowo mengatakan bahwa sedikitnya 13 kelurahan di Kota Pekalongan rentan terhadap penyakit diare dan demam berdarah, termasuk Kelurahan Bandengan dan Panjang.

"Akan tetapi, selama musim hujan kami telah menugaskan petugas puskesmas terdekat secara rutin mendatangi warga untuk memberikan pengobatan gratis. Warga yang terkena banjir rob akan kami berikan bantuan pengobatan gratis," katanya.

9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Baca Selengkapnya →Puluhan Warga Pekalongan Gatal Gatal Terkena Rob

Wednesday, November 7, 2012

Pemkot Pekalongan Siapkan Denda Bagi Perokok di KTR

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menerapkan sanksi berupa denda maksimal Rp50 juta kepada warga yang terbukti merokok di kawasan tanpa rokok (KTR).

Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad di Pekalongan, Rabu (7/11), mengatakan, Pemkot telah menyiapkan peraturan daerah tentang larangan merokok sebagai payung hukum untuk mengatur penetapan kawasan bebas asap rokok.

"Sedangkan maksud dibuatnya Perda Kawasan Tanpa Rokok ini adalah untuk mengurangi jumlah perokok pemula dan mengurangi efek samping yang timbul dari asap rokok pada orang yang tidak merokok dan lingkungan sekitarnya," katanya.

Ia menjelaskan, meski pelaksanaanya akan menemui banyak hambatan, Pemkot akan terus menyosialisasikan kebijakan larangan merokok di KTR agar berjalan efektif.

"Memang dalam pelaksanaannya, kami akui akan sangat sulit tetapi Pemkot akan mencoba semaksimal mungkin agar kebijakan itu bisa berjalan efektif," katanya.

Beberapa kawasan tanpa rokok di Kota Pekalongan, antara lain adalah tempat fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang telah ditentukan.

Ketua Pansus III Raperda KTR DPRD Kota Pekalongan Sudjaka Martana mengatakan bahwa di Raperda itu akan disebutkan sejumlah sanksi yang mengancam para pelanggar jika nekat merokok di tempat yang telah ditentukan.

"Raperda ini juga akan memperkuat Peraturan Wali Kota (Perwal) Pekalongan tentang Kawasan Tanpa Rokok yang sudah lebih dulu ditetapkan," katanya.

Ia mengatakan bahwa di Raperda itu Pemkot tidak akan memberi sanksi badan kepada pelanggar melainkan berupa sanksi administratif hingga denda sebagai upaya memberikan efek jera mereka yang nekat merokok di KTR.

"Sanksi pada pelanggar berupa tindak pidana ringan atau tipiring, yaitu berupa denda maksimal Rp50 juta. Sanksi administrasi dan denda ini tidak hanya berlaku pada pelakunya saja tetapi juga pada tiap pimpinan lembaga yang melakukan pelanggaran di kawasan tanpa rokok," katanya. (Ant/OL-11

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Pemkot Pekalongan Siapkan Denda Bagi Perokok di KTR

Persip Pekalongan Kejar Jadwal Kompetisi

Manajemen Persatuan Sepak Bola Kota Pekalongan, menargetkan kerangka tim kesebelasan dapat terbentuk akhir November 2012 karena untuk mengejar jadwal kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013.
“Saat ini, kami sedang memfokuskan perekrutan para pemain yang akan dipersiapkan mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indoensia 2012/2013,” kata Direktur Persip Pekalongan Budi Setyawan di Pekalongan, Rabu (7/11).

Menurut dia, dalam persiapan pembentukan kerangka tim tersebut, manajemen juga akan melihat perkembangan lebih lanjut dari PT Liga Indonesia (LI) selaku penyelenggara kompetisi Divisi Utama.
Sesuai rilis awal yang telah dikeluarkan PT LI, katanya, pelaksanaan kompetisi Divisi Utama musim 2012/2013 akan dimulai pada 13 Januari mendatang tetapi jadwal tersebut bisa juga terjadi perubahan lagi.
“Jika ada perubahan, nanti kami akan menyesuaikan. Akan tetapi yang pasti, Persip Pekalongan sudah mendaftar secara resmi sebagai peserta Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sebelum tenggat waktu yang ditentukan yaitu 30 Oktober 2012,” katanya.
Manajer Persip A’am Ichwan menambahkan bahwa dalam mengikuti kompetisi Divisi Utama, manajemen Persip akan membutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar hingga Rp5 miliar.
Anggaran sebesar itu, katanya, akan digunakan merekrut para pemain, termasuk pemain asing, dan dana operasional tim selama satu musim kompetisi.
“Sumber dana tersebut akan kami peroleh dari hasil penjualan tiket penonton saat laga kandang, sponsor, dan para donatur. Pada setiap laga kandang nanti, kami menargetkan memperoleh pemasukan Rp300 juta,sedangkan sisanya dari para donatur serta sponsor,” katanya. ((ANT/Dot)


Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Persip Pekalongan Kejar Jadwal Kompetisi

Tuesday, November 6, 2012

Macan "Ngamuk" Makan Kambing

Warga Desa Bodas Klesem serta gombong,  Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, resah dan mersa takut. Binatang buas seperti harimau atau macan dan anjing liar, mengusik. Sejumlah binatang piaraan seperti kambing, mati tercabik-cabik.

“Sudah ada 21 ekor kambing mati di kandang, akibat gigitan binatang buas”, ucap Poniran warga setempat, Selasa (6/11).

Kepala Desa Bodas, Wasgito membenarkan warganya resah adanya binatang buas yang masuk di wilayahnya. “Memang sudah banyak kambing yang mati digigit binatang buas “, tegas Kades Wasgito.

Guna menekan kejadian lebih luas lagi, warga meningkatkan ronda atau siskamling seryta memasang jebakan. “Binatang buas itu umumnya mencari mangsa setelah pukul 19.00 hingga menjelag subuh”, lanjut Wasgito.

Sebelumnya,  serangan harimau pernah dirasakan warga Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, tujuh ekor kambing milik warga, mati dimangsa. (Riy)



Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Macan "Ngamuk" Makan Kambing

Saturday, November 3, 2012

13 Kelurahan Terima Bantuan Penyediaan Sarana Sanitasi

Sebanyak 13 kelurahan di Kota Pekalongan akan menerima bantuan penyediaan sarana sanitasi melalui program Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI) dari Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, tahun 2013 mendatang.


Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo menjelaskan, dalam program ini, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum akan mengucurkan dana sebesar Rp 350 juta untuk pembangunan sarana sanitasi di 13 kelurahan tersebut. "Progam ini akan memberikan manfaat bagi 100 jiwa di tiap-tiap kelurahan," jelas dia usai menyosialisasikan program USRI kepada calon penerima USRI di ruang Kalijaga Setda, Jumat (2/11).
Ke-13 kelurahan yang direncanakan menerima program USRI tahun 2013 antara lain Kelurahan Kraton Lor dan Panjang Baru (Kecamatan Pekalongan Utara), Kelurahan Klego dan Gamer (Kecamatan Pekalongan Timur), Kelurahan Medono (Kecamatan Pekalongan Barat) serta Kelurahan Kertoharjo, Kuripan Kidul dan Kradenan (Kecamatan Pekalongan Selatan).
Namun, pembangunan sarana sanitasi tersebut bergantung dari kesiapan kelurahan dalam menyediakan lahan untuk pembangunan sarana sanitasi tersebut. Menurutnya, dalam program ini, kelurahan harus menyediakan lahan seluas 100 meter persegi.
"Kalau kelurahan belum siap, bisa digeser ke kelurahan lain yang belum menerima program urban sanitation. Masih ada 23 kelurahan yang belum menerima program urban sanitation ini," sambungnya.
Ia memaparkan, pada 2011, warga di sebelas kelurahan telah menerima manfaat program ini. Sedangkan pada tahun 2012, penerima manfaat program ini bertambah menjadi 15 kelurahan. Kelurahan lainnya akan menerima manfaat program tersebut, tahun 2014.
USRI merupakan program pemberdayaan masyarakat di bawah payung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program ini dilaksanakan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam perbaikan infratruktur pedesaan, mengentaskan kemiskinan di wilayah perdesaan dan penanganan permasalahan sanitasi di wilayah perkotaan.
Program tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas sanitasi masyarakat. Karena belum semua rumah tangga memiliki akses pembuangan tinja yang layak sesuai kriteria Tujuan Pembangunan Millenium (MDG).

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →13 Kelurahan Terima Bantuan Penyediaan Sarana Sanitasi

Terjatuh Dari Atas Tribun Suporter Persip Kritis

Muhammad Romadhon 17 tahun, warga Kebulen Pekalongan Barat, mengalami luka serius di bagian kepalanya dan tak sadarkan diri. Setelah terjatuh dari tembok tribun timur Stadion Kota Batik Kraton, saat menonton pertandingan antara Persip melawan Afrika Profesional FC.

Ulin salah seorang rekan korban mengatakan, korban terjatuh karena jongkok di tembok yang berhimpitan dengan penonton lainya. Korban sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak berdiri di tembok, namun karena merasa gerah korban nekat tetep naik .

Sementara itu, Paman Korban Didik Kismanto menjelaskan, kondisi korban saat ini kritis setelah dari hidung, mulut dan telinga mengeluarkan banyak darah. Didik mengungkapkan, Korban diduga terjatuh akibat terpeleset setelah berdesak-desakan dengan supporter lain, korban sebelumnya selalu ikut menonton pertandingan, jika Persip bertanding.

Direktur Persip Pekalongan Raya Budi Setyawan yang dikonfirmasi sejumlah wartawan menjelaskan, pihaknya akan melihat kondisi korban, dan menyatakan akan membantu biaya pengobatan korban selama di rumah sakit.

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Terjatuh Dari Atas Tribun Suporter Persip Kritis

Friday, November 2, 2012

Parkir Sembarang Di pekalongan, Kendaraan Diangkut petugas

Puluhan sepeda motor terjaring razia gabungan di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kota Pekalongan, kemarin. Kendaraan-kendaraan tersebut terpaksa diamankan dan ditindak langsung oleh petugas karena kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Dalam razia, petugas tim gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud), dan Satlantas Polres Pekalongan Kota, menyusuri sejumlah jalan utama di Kota Batik. Di antaranya Jalan Hayam Wuruk, Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Salak.

Sebagian besar bentuk pelanggarannya yakni parkir sembarangan di trotoar dan di lokasi yang dilarang. “Pelanggaran ini sudah sering dilakukan para pengguna jalan. Maka biar jera kami tidak memberi toleransi dan langsung ditilang. Itu dilakukan karena terkait tertib parkir, sebelumnya sudah kerap kali dilakukan pembinaan,” kata Kasi Pengendalian dan Operasional Lapangan Dishubparbud Kota Pekalongan, Henry Rudin, kepada Suara Merdeka di sela-sela razia gabungan, Kamis (1/11). KBO Lantas Polres Pekalongan Kota, Iptu Ardhie Demastyo SE ikut mengawal pelaksanaan razia gabungan itu. Pihaknya menjelaskan, dalam razia itu kedapatan 30 sepeda motor yang melanggar. 
Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Parkir Sembarang Di pekalongan, Kendaraan Diangkut petugas

Thursday, November 1, 2012

Tersangka Korupsi Bantuan Sapi Pekalongan Ditahan

Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan menahan A. Slamet tersangka dugaan korupsi bantuan sapi dari Pemerintah Pusat senilai Rp192 juta.

Kajari Pekalongan I Gede Gunawan Wibisana didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Cumondo Trisno di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pertimbangan penahanan terhadap tersangka ini karena berkas penyidikan sudah dinyatakan lengkap (P21).

"Dengan sudah terpenuhinya syarat formil berkas-berkas tersebut, maka jaksa menindaklanjutinya menyerahkan tersangka berikut barang bukti untuk dititipkan di Rutan Pekalongan," katanya.

Menurut dia, tersangka, A. Slamet dititipkan ke sel tahanan Rutan Pekalongan terhitung mulai Rabu (31/10).

Ia mengatakan bahwa seluruh proses pelaporan, proses pemeriksaan, audit dari BPKP, penyidikan, sudah dilakukan oleh kejaksaan negeri.

Selain itu, katanya, pemeriksaan para saksi, seperti saksi ahli dari BPKP dan saksi meringankan dari tersangka juga sudah dilakukan.

"Seluruhnya ada 18 saksi yang diperiksa. Pemeriksaan juga pada berbagai alat bukti lainnya," katanya.

Menurut dia, sebelumnya Kejari Kota Pekalongan sudah menerima hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah dengan menyebutkan telah timbul kerugian negara yang diduga dilakukan oleh tersangka senilai Rp192 juta.

"Selanjutnya, ekspos mengenai hasil penyidikan dengan seluruh jaksa peneliti juga sudah dilakukan. Hasil ekspos tersebut sudah disepakati bahwa syarat-syarat formil materiil sudah terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan bahwa setelah dilakukan penahanan terhadap tersangka maka kejari akan melanjutkan dengan menyusun rencana dakwaan dan rencana penuntutan.

"Dalam waktu yang tidak lama, kami usahakan akan masuk pada proses pelimpahan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang," katanya.


Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Tersangka Korupsi Bantuan Sapi Pekalongan Ditahan

Tuesday, October 30, 2012

Pengendara Onthel Tewas Tertabrak Avanza

Seorang pengendara sepeda ontel tewas setelah tertabrak mobil Toyota Avanza di Jalan Gajah Mada Barat, Senin, sekitar pukul 7 pagi. Korban bernama Arofik, berusia 51 tahun, warga Kelurahan Tirto Gang I kecamatan Pekalongan Barat.

Sebelumnya korban yang berprofesi sebagai buruh ini hendak menyeberang dan korban tidak melihat datangnya Mobil Toyota Avanza yang dikendarai Alimun Taufik, warga Jalan Jombang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, sehingga tabrakan tak bisa dihindarkan.

Saat dihubungi Radio Kota Batik, Kanit Laka Polres Pekalongan Kota, Inspektur Dua Sugianto mengatakan, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kraton.

Ipda Sugiyanto menjelaskan, penyebab terjadinya kecelakaan diduga karena korban kurang berhati-hati saat akan menyeberang. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati ketika akan menyeberang di jalur Pantura.
Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Pengendara Onthel Tewas Tertabrak Avanza

470 Mahasiswa "Akan Ubah" Kab Pekalongan


Bapak Proklamator RI Ir. Sukarno yang akrab disapa Bung Karno pernah mengatakan “Beri saya 10 pemuda, maka akan saya ubah dunia”. Apalagi sekarang Kab. Pekalongan menerima 470 mahasiswa yang hendak melakukan KKN, maka tentunya sangat diharapkan akan dapat memberikan sumbangsih perubahan sehingga Kab. Pekalongan bisa lebih bermoral, maju dan sejahtera. Demikian Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, Drs. H. Amat Antono, Msi mengawali sambutannya dalam acara Penerimaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) di aula lantai 1 Setda Kajen, Senin (29/10/12).
Lebih lanjut Bupati mengatakan para pemuda sangat diharapkan sebagai intelektual muda yang dapat menjadi pembaharu, motivator dan teladan di masyarakat. Tidak dapat dipungkiri Kab. Pekalongan merupakan kabupaten pinggiran. Intelektualitas warga masih jauh dari harapan, demikian pula kesejahteraan masih perlu didukung.
“Bagi saya, pendidikan merupakan kunci masa depan. Mau berbicara soal korupsi, nepotisme atau teknologi tidak mungkin bisa kalau orang tersebut bodoh. Oleh karena itu, saya benar-benar memperhatikan pendidikan. Alhamdulillah rangking Kab. Pekalongan mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya. Untuk tingkat SD, dari rangking 34 menjadi 29, SMP dari 35 menjadi 30, SMA IPA dari 17 menjadi 12 dan SMK dari 28 menjadi 24”, jelasnya.
Ditambahkan Bupati, di kampus mahasiswa belajar ilmu pengetahuan, sementara di tengah masyarakat mahasiswa akan belajar tentang ilmu kehidupan. “Banyak ilmu kehidupan yang tidak didapat dibangku sekolah. Bagaimana kita memetakan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan mencari solusinya. Belajarlah mendengar apa yang dikatakan orang lain, belajar melihat kondisi sekitar, belajar memilah dan memilih serta belajar menyuarakan dan menindaklanjuti. Terakhir saya berpesan, hormati budaya lokal karena masing-masing memiliki adat budaya yang berbeda dengan kita”, imbuhnya.
Sementara Sekretaris LP2M Unnes Prof. Totok Sumaryanto, MPd menyampaikan pelaksanaan KKN Unnes kali ini menargetkan terlaksananya pembentukan dan pengembangan pos pemberdayaan keluarga di tingkat desa meliputi pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta infrastruktur dan lingkungan. “Kami menitikberatkan pada kegiatan konservasi yaitu kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam dan lingkungan. Saya juga titip untuk mendata apabila ada siswa-siswi kelas tiga yang berprestasi namun berasal dari keluarga yang kurang mampu. Setiap tahun kami memberikan beasiswa kepada 1500 mahasiswa yang kurang mampu”, katanya.
KKN posdaya kependidikan ini diikuti oleh sekitar 470 mahasiswa yang ditempatkan di 47 desa di 4 kecamatan yaitu 140 mahasiswa di Kecamatan Paninggaran, 120 mahasiswa di Kecamatan Karanganyar, 120 mahasiswa di Kecamatan Kajen serta 90 mahasiswa di Kecamatan Kesesi. “Saya harap mahasiswa dapat segera menyesuaikan diri, berkoordinasi dan menyusun program sesuai dengan kondisi masyarakat desa. Jaga sopan santun dan kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik”, tutur Totok Sumaryanto. (priyadi)


Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →470 Mahasiswa "Akan Ubah" Kab Pekalongan

Monday, October 29, 2012

Efisiensi, Sejuumlah Kelurahan Di Pekalongan Akan Digabung

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana menggabung sejumlah kelurahan yang jumlah penduduknya sedikit. Dari 47 kelurahan yang ada saat ini, rencananya akan dikurangi menjadi 30 kelurahan.
Wali Kota M Basyir Ahmad menjelaskan, idealnya, satu kelurahan berpenduduk 10.000 jiwa. Karena itu, kelurahan-kelurahan yang berpenduduk sedikit nantinya akan digabung dengan kelurahan lainnya. Misalnya, Kelurahan Sampangan dan Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pekalongan Timur serta Kelurahan Tegalrejo dan Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Pekalongan Barat.
“Kelurahan Sampangan dan Sugihwaras yang berpenduduk sedikit, sekitar 3000 jiwa, nantinya bisa digabung. Juga Kelurahan Tegalrejo dan Bumirejo. Nanti akan dipilih 30 kelurahan,” terangnya, Minggu (28/10).

Dengan adanya penggabungan sejumlah kelurahan tersebut, nantinya satu orang camat akan menangani tujuh kelurahan. Rencana penggabungan sejumlah kelurahan yang berpenduduk sedikit tersebut, terus dikaji. Saat ini, lanjut dia, rencana tersebut sedang dibahas Sekda Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto.
Tidak hanya kelurahan yang akan digabung. Pemkot Pekalongan juga berencana menggabung sejumlah Sekolah Dasar (SD). Sehingga nantinya, di satu wilayah hanya ada satu SD. “SD akan gabung. Nantinya, di satu tempat hanya ada satu SD,” sambungnya.
Dijelaskan dia, penggabungan sejumlah kelurahan dan sekolah tersebut untuk pengelolaan anggaran agar lebih efisien. Menurut dia, jika tidak diperkecil, akan menghabiskan anggaran. Dengan penggabungan sejumlah kelurahan tersebut, diharapkan alokasi anggaran untuk belanja pegawai bisa dikurangi dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur agar lebih meningkat

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Efisiensi, Sejuumlah Kelurahan Di Pekalongan Akan Digabung

Saturday, October 27, 2012

SEBELUM disembelih, Sapi Ini Dikirab Memakai Kain Batik

Ada hal unik di lingkungan Masjid Al Amien, Jalan Pesona Perumahan Binagriya Indah, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Pekalongan (Jateng).
Merayakan Idul Adha 1433 H/2012  warga setempat melakukan kirab sapi dan kambing yang akan disembelih. Yang menjadi unik, karena hewan itu diberi kostum kain batik. Mungkin mentang-mentang di kampungnya banyak produsen batik.
      
Ketua Panitia M Subadi mengatakan, setiap tahun, warga di lingkungan Masjid Al Amien melakukan karnaval hewan kurban.

"Sebelum hewan-hewan itu disembelih, kami selalu mengaraknya keliling kampung. Ini sebagai bentuk syiar Agama Islam mengenai kewajiban berkurban bagi umat Muslim," katanya, Jum’at (25/10/2012).
          
Subadi mengungkapkan, tema karnaval hewan kurban tahun ini dibuat berbeda dengan sebelumnya. Temanya, "Hewan Kota Batik siap Dikurban" diselaraskan dengan predikat Kota Pekalongan sebagai pusat kota batiknya dunia.

"Semua masyarakat mendukung Kota Pekalongan sebagai kota batik dunia. Oleh karenanya, peserta karnaval memakai kostum batik, termasuk hewan-hewan yang akan dikurbankan," katanya

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →SEBELUM disembelih, Sapi Ini Dikirab Memakai Kain Batik

Pekalongan Studi Kawasan Tanpa Rokok Di Bogor

Delegasi pemerintah daerah dan DPRD Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, melakukan studi banding ke Kota Bogor guna memelajari kawasan tanpa rokok di "Kota Hujan" itu.
Asisten Tata Praja Pemkot Bogor, Jawa Barat, Ade Syarif Hidayat, di Bogor, Jumat (26/10), mengatakan kepada tamunya dari Pekalongan, Pemerintah Kota Bogor memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang menjadi payung hukum yang mengatur penetapan kawasan bebas asap rokok.Kawasan itu, di Antaranya tempat umum, tempat ibadah, tempat bermain dan/ atau berkumpulnya anak anak, kendaraan/angkutan umum, lingkungan tempat proses belajar mengajar, sarana kesehatan dan sarana olahraga.Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan terkait program menyukseskan pelaksanaan Perda tersebut, yakni memberikan contoh kepada seluruh elemen masyarakat."Kami yang berada di Kota Bogor diharapkan menjadi role model bagi suksesnya 'Gerakan Kota Bogor Bebas Asap Rokok'," katanya.

Menurut dia, seperti diberitakan Antara, Pemerintah Kota Bogor secara konsisten menyukseskan program KTR dalam menurunkan jumlah reklame produk rokok di berbagai ruas jalan di kota itu.Pada 2008, kata dia, terdapat 372 unit, sehingga pada 2009 jumlahnya menurun menjadi 262 unit, serta tahun 2010 sekitar 77. Penurunan secara signifikan tersebut, kata dia, telah menurunkan angka penerimaan pajak reklame produk rokok."Namun, konsekuensinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkurang. Jika pada tahun 2008 mencapai Rp 3 miliar, maka tahun 2009 sekitar Rp 2,8 miliar serta tahun 2010 mencapai Rp 1,5 miliar," katanya.Sedangkan untuk memperkuat KTR, dilakukan upaya kampanye yang masif, yang ditindaklanjuti operasi simpatik di kawasan tanpa rokok dan sidang tindak pidana ringan, dan sejauh ini tindakan Perda KTR telah 11 kali dilakukan dengan menjaring 263 pelanggar Perda KTR.Sementara itu, Ketua DPRD Pekalongan HM Bowo Leksono mengatakan, kedatangannya ke Bogor merupakan keempat kalinya selaman Oktober 2012."Kami ingin mendapatkan informasi dan bertukar pengalaman dalam menegakkan Perda KTR, " katanya.Dalam kunjungan pada awal pekan ini, berbagai pertanyaan dilontarkan dalam pertemuan tersebut. Pertanyaan tidak hanya menyangkut KTR, tapi juga soal perizinan toko obat, dan tenaga kesehatan di tiap puskesmas.


Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Pekalongan Studi Kawasan Tanpa Rokok Di Bogor

Penggorok Ibu Kandung Dibawa Ke RS Jiwa

Surip (33) warga Desa Brondong, Kesesi, Pekalongan (Jateng), tersangka penggorok leher ibu kandungnya sendiri, Kasrem (67), kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Amino Gondohutomo Semarang untuk menjalani observasi kejiwaan.

Kapolres Pekalongan, AKBP Hanif mengatakan, Surip dibawa ke RSJ untuk memastikan mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. Tersangka Surip akan menjalani observasi selam lima hari. “Apabila yang bersangkutan dinyatakan mengalami gangguan jiwa akan dikeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), namun apabila tidak gila maka proses hukum dilanjutkan," kata Hanif, Sabtu (27/10/2012).
Sebelum dibawa ke RSJD Gondohutomo, tim medis dari Polda telah memeriksa kondisi kejiwaan pelaku dan dinyatakan 70 persen gila. Tapi pihak penyidik tetap menunggu hasil dari RSJ Semarang.
"Kemungkinan Selasa (30/10/2012) mendatang sudah ada hasil dari RSJ, kalau dinyatakan dia tidak gila maka akan dikenai Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara," katanya.
Diberitakan pesatnews sebelumnya, Surip tega menggorok leher ibu kandungnya sendiri dengan sabit. Beruntung, meski mengalami luka serius dan mengeluarkan banyak darah, nyawa korban masih selamat karena ditolong warga setempat


Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →Penggorok Ibu Kandung Dibawa Ke RS Jiwa

Thursday, October 25, 2012

23 kelurahan di Pekalonga Rawan Banjir

Batik TV - Sedikitnya 23 dari 47 kelurahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, rawan banjir dan angin kencang sehingga warga diimbau waspada menghadapi kemungkinan bencana alam tersebut.

Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Satuan Politik Pamong Praja Kota Pekalongan Marhaen Lanang Satya di Pekalongan, Rabu (24/10), mengatakan bahwa memasuki musim hujan, hampir separo wilayah kelurahan daerah setempat berpotensi banjir dan rob.

"Oleh karena itu, kami meminta pada masyarakat disiplin membuang sampah pada tempatnya agar selokan pembuangan air tetap lancar dan tidak menimbulkan banjir," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah kelurahan rawan banjir itu, antara lain Kraton Lor, Dukuh, Keputran, Noyontaan, Sampangan, Bendan, Sampangan, Banyurip Alit, Krpayak Lor, Krapayak Kidul, dan Tegalrejo.

"Sedangkan sejumlah kelurahan rawan angin kencang, antara lain Poncol, Degayu, Kandang Panjang, dan Bumirejo," katanya.

Kepala Bidang Tata Ruang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan Andriyanto mengatakan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang diakibatkan oleh angin kencang, pemkot akan melakukan pemangkasan dan pengawasan kepada pohon yang kondisinya rindang dan keropos.

"Memasuki musim hujan akan berpotensi timbulnya bencana alam, seperti pohon tumbang sehingga pengawasan dan pemangkasan pohon akan kami lakukan secepatnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa sedikitnya enam lokasi rawan pohon tumbang, antara lain di Jl RA Kartini, Jl Gajah Mada, Progo, Cendrawasih, WR Supratman, dan DR Wahidin Sudiro Husodo.

"Saat ini, pengawasan dan pemotongan pohon rindang sudah mulai kami lakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan sesuatu hal yang tidak diinginkan bersama," katanya

Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →23 kelurahan di Pekalonga Rawan Banjir

pengangguran kurang waras gorok ibu kandung

Surip (30) alias Kucir warga Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, Rabu (24/10) pukul 17.00 tega menggorok leher ibu kandungnya hingga nyaris putus. Adalah Kasrem (67) ibu kandung dilukai oleh anak kandungnya sendiri di ruang tamu di rumahnya menggunakan sabit. Akibat kejadian itu korban mengalami luka dibagian leher dan harus dirawat di RSUD Kaj en. Adapun kondisinya hingga Rabu (24/10) pukul 21.00 sudah siuaman, tapi tak belum bisa bicara akibat luka sayat dilehernya. Di temui di RSUD Kajen, tetangga korban Kertoharjo mengungkapkan, peristiwa ibu kandung yang digorok oleh anak kandungnya terjadi pukul 17.00. Kejadian tersebut terjadi di ruang tamu di rumahnya. Dia menyebutkan, kali pertama peristiwa itu diketahui salah satu tetangganya yakni Mbak Pur yang waktu itu kebetulan melintas di depan rumah korban. "Ketika lewat di depan rumah Mbah Kasrem, Mbak Pur mendengar teriakan minta tolong, ia pun langsung masuk dan menolong korban serta memberitahu ke warga sekitar," katanya. Kontan mendengar informasi itu, Kertoharjo, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mencoba memberikan pertolongan kepada korban. Setelah melakukan pendekatan akhirnya sang pelaku berhasil ditenangkan dan korban langsung dibawa ke RSUD Kajen agar mendapatkan perawatan medis. Bahkan, sambung dia, ketika mencoba menenangkan sang pelaku, anak kedua dari korban tersebut sempat akan membakar rumahnya sendiri dengan mengangkat jirigen minyak tanah. Namun, akhirnya hal demikian urung dilakukan karena berhasil ditenangkan olehnya. Di dampingi sejumlah tetangga lainnya, Kertoharjo menambahkan, pelaku tersebut diduga memiliki kelainan jiwa. "Alasan Surip tega menggorok ibu kandungnya, lantaran ia menginginkan ibu kandungnya masuk ke surga. Surip juga dikenal kurang waras," katanya. Sementara Kapolsek Kesesi AKP I Wayan Suwandi ketika dikonfrimasi mengatakan, tersangka beberapa jam setelah kejadian pelaku penggorokan ibu kandungnya itu sudah ditangkap dan diamankan di Maplsek Kesesi untuk dimintai keterangan. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah sabit yang diduga digunakan untuk melukai korban di bagian lehernya. "Kami masih memintai keterangan kepada tersangka di Mapolsek," tandasnya. suaramerdeka
Rating: 4.5 Herman Susanto
Baca Selengkapnya →pengangguran kurang waras gorok ibu kandung